KOTA KUPANG - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menerima audiens dari Komunitas Alumni Australia NTT di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kupang, Kantor Wali Kota Kupang, Jumat (21/03).
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat dukungan terhadap implementasi program-program prioritas yang telah ditetapkan oleh Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Kupang dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kota Kupang.
Hadir dalam audiens tersebut Ketua Komunitas Alumni Australia NTT, Lumongga E. Simanjuntak, Sekretaris Maria T. Poso Teku, Bendahara Irmasari W. Nenobais, serta para pengurus komunitas lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lumongga E. Simanjuntak selaku Ketua Komunitas Alumni Australia NTT memaparkan visi dan misi komunitas yang telah berdiri sejak Januari 2023. Komunitas ini berfokus pada peningkatan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat NTT, khususnya di Kota Kupang, melalui berbagai program beasiswa ke luar negeri. Selain itu, mereka juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh pemerintah setempat, termasuk pengelolaan sampah dan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli terhadap perkembangan daerah, kami berkomitmen untuk mendukung program-program prioritas Pemerintah Kota Kupang, terutama dalam pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Lumongga.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dengan Komunitas Alumni Australia NTT. Dirinya menegaskan bahwa pengelolaan sampah adalah salah satu program prioritas utama dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.
“Kami menyambut baik kerjasama ini dan berharap dapat terus berkolaborasi dengan alumni Australia NTT untuk menciptakan perubahan yang signifikan, khususnya dalam pengelolaan sampah dan reformasi birokrasi. Kami berkomitmen untuk mewujudkan kota yang lebih bersih dan sehat,” tegas Serena.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai program juga dibahas, antara lain kursus bahasa Inggris gratis untuk siswa SMA dan mahasiswa, dengan kemungkinan perluasan kepada siswa SD dan SMP di Kota Kupang. Selain itu, ada rencana untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah dan pengembangan sektor UMKM, Komunitas Alumni Australia NTT juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, seperti penggalangan dana untuk korban bencana alam serta penyelenggaraan webinar dan podcast mengenai isu-isu global seperti perubahan iklim dan kesetaraan gender.
Isu pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan ini. Pemerintah Kota Kupang merencanakan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif memilah sampah secara mandiri.
Selain itu, upaya peningkatan kapasitas pengelolaan sampah dengan teknologi ramah lingkungan dan penerapan sistem motor listrik pengangkut sampah juga turut dibahas guna mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
“Kami menyadari bahwa pengelolaan sampah adalah isu yang sangat kompleks dan memerlukan kerjasama erat antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta. Dengan kolaborasi ini, kami percaya bahwa tantangan tersebut bisa kita atasi bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” pungkas Serena.
Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan berbagai elemen masyarakat untuk mendorong pembangunan yang lebih baik, khususnya di bidang pendidikan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan UMKM. @Hms/DA/JM